Sabtu, 06 September 2008

Melihat Kebaikan dalam Segala Peristiwa

Sebenarnya, melihat kebaikan dalam segala hal merupakan ungkapan yang biasa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan, “Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini,” atau, “Ini merupakan berkah dari Allah.”
Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.
Kenyataannya, kemampuan melihat kebaikan dalam setiap kejadian, apa pun kondisinya—baik yang menyenangkan maupun tidak—merupakan kualitas moral yang penting, yang timbul dari keyakinan yang tulus akan Allah, dan pendekatan tentang kehidupan yang disebabkan oleh keimanan. Pada akhirnya, pemahaman akan kebenaran ini menjadi sangat penting dalam menuntun seseorang tidak hanya untuk mencapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat, tetapi juga juga untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang tak akan berakhir.
Tanda pemahaman yang benar akan arti iman adalah tidak adanya kekecewaan akan apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Sebaliknya, jika seseorang gagal melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi dan terperangkap dalam ketakutan, kekhawatiran, keputusasaan, kesedihan, dan sentimentalisme, ini menunjukkan kurangnya kemurnian iman. Kebingungan ini harus segera dienyahkan dan kesenangan yang berasal dari keyakinan yang teguh harus diterima sebagai bagian hidup yang penting. Orang yang beriman mengetahui bahwa peristiwa yang pada awalnya terlihat tidak menyenangkan, termasuk hal-hal yang disebabkan oleh tindakannya yang salah, pada akhirnya akan bermanfaat baginya. Jika ia menyebutnya sebagai “kemalangan”, “kesialan”, atau “seandainya”, ini hanyalah untuk menarik pelajaran dari sebuah pengalaman. Dengan kata lain, orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam apa pun yang terjadi. Ia belajar dari kesalahannya dan mencari cara untuk memperbaikinya. Bagaimanapun juga, jika ia jatuh dalam kesalahan yang sama, ia ingat bahwa semuanya memiliki maksud tertentu dan mudah saja memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam kesempatan mendatang. Bahkan jika hal yang sama terjadi puluhan kali lagi, seorang muslim harus ingat bahwa pada akhirnya peristiwa tersebut adalah untuk kebaikan dan menjadi hak Allah yang kekal. Kebenaran ini juga dinyatakan secara panjang lebar oleh Nabi saw.,
“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)
Hanya dalam kesadaran bahwa Allah menciptakan segalanya untuk tujuan yang baik sajalah hati seseorang akan menemukan kedamaian. Adalah sebuah keberkahan yang besar bagi orang-orang beriman bila ia memiliki pemahaman akan kenyataan ini. Seseorang yang jauh dari Islam akan menderita dalam kesengsaraan yang berkelanjutan. Ia terus-menerus hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Di sisi lain, orang beriman menyadari dan menghargai kenyataan bahwa ada tujuan-tujuan Ilahiah di balik ciptaan dan kehendak Allah.
Karena itu, adalah memalukan bagi orang beriman bila ia ragu-ragu dan ketakutan terus-menerus karena selalu mengharapkan kebaikan dan kejahatan. Ketidaktahuan terhadap kebenaran yang jelas dan sederhana, kekurangtelitian, dan kemalasan hanya akan mengakibatkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat. Kita harus ingat bahwa takdir yang ditentukan Allah adalah benar-benar sempurna. Jika seseorang menyadari adanya kebaikan dalam setiap hal, dia hanya akan menemukan karunia dan maksud Ilahiah yang tersembunyi di dalam semua kejadian rumit yang saling berhubungan. Walau ia mungkin memiliki banyak hal yang mesti diperhatikannya setiap hari, seseorang yang memiliki iman yang kuat—yang dituntun oleh kearifan dan hati nurani—tidak akan membiarkan dirinya dihasut oleh tipu muslihat setan. Tak peduli bagaimanapun, kapan pun, atau di mana pun peristiwa itu terjadi, ia tidak akan pernah lupa bahwa pasti ada kebaikan di baliknya. Walaupun ia mungkin tidak segera menemukan kebaikan tersebut, apa yang benar-benar penting baginya adalah agar ia menyadari adanya tujuan akhir dari Allah.
Berkaitan dengan sifat terburu-buru manusia, mereka kadang-kadang tidak cukup sabar untuk melihat kebaikan yang ada di dalam peristiwa yang menimpa mereka. Sebaliknya, mereka menjadi lebih agresif dan nekat dalam mengejar sesuatu walaupun hal tersebut sangat bertentangan dengan kepentingan yang lebih baik. Di dalam Al-Qur`an, hal ini disebutkan,

“Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (al-Israa`: 11)

Meski demikian, seorang hamba harus berusaha melihat kebaikan dan maksud Ilahiah dalam setiap kejadian yang disodorkan Allah di depan mereka, bukannya memaksa untuk diperbudak oleh apa yang menurutnya menyenangkan dan tidak sabar untuk mendapatkan hal itu.
Walau seseorang berusaha untuk mendapatkan status finansial yang lebih baik, perubahan itu mungkin tidak pernah terwujud. Tidaklah benar jika seseorang menganggap suatu kondisi itu merugikan. Tentu saja seseorang boleh berdo’a kepada Allah untuk mendapatkan kekayaan jika kekayaan itu digunakan di jalan Allah. Bagaimanapun juga, ia harus mengetahui bahwa jika keinginannya itu tidak dikabulkan Allah, itu disebabkan alasan tertentu. Mungkin saja bertambahnya kekayaan sebelum matangnya kualitas spiritual seseorang dapat mengubahnya menjadi orang yang gampang diperdaya oleh setan. Banyak alasan Ilahiah lainnya—di antaranya tidak langsung disadari atau hanya akan terlihat di akhirat—dapat mendasari terjadinya sebuah peristiwa. Seorang usahawan, misalnya, bisa saja tertinggal sebuah pertemuan yang akan menjadi pijakan penting dalam kariernya. Akan tetapi, jika saja pergi ke pertemuan itu, ia bisa tertimpa kecelakaan lalu lintas, atau jika pertemuannya diadakan di kota lain, pesawat yang ditumpanginya bisa saja jatuh.
Tak ada seorang pun yang kebal terhadap segala peristiwa. Biasakanlah untuk melihat bahwa pada akhirnya ada suatu kebaikan dalam sebuah peristiwa yang pada awalnya terlihat merugikan. Meski demikian, seseorang perlu ingat bahwa ia tidak akan selalu dapat mengetahui maksud sebuah peristiwa adalah sesuatu yang merugikan. Ini karena, sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya, kita tidak selalu beruntung dapat melihat sisi positif yang muncul. Mungkin juga Allah hanya akan menunjukkan maksud keilahian-Nya di akhirat nanti. Karena alasan itulah, yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyerahkannya pada takdir Allah dan memberikan kepercayaannya kepada Allah adalah menerima setiap kejadian itu—apa pun namanya—dengan keinginan untuk mencari tahu bahwa pastilah ada kebaikan di dalamnya dan kemudian menerimanya dengan senang hati.
Harus disebutkan juga bahwa melihat kebaikan dalam segala hal bukan berarti mengabaikan kenyataan dari peristiwa-peristiwa tersebut dan berpura-pura bahwa hal itu tidak pernah terjadi, atau mungkin menjadi sangat idealis. Sebaliknya, orang beriman bertanggung jawab untuk mengambil tidakan yang tepat dan mencoba semua cara yang dianggap perlu untuk memecahkan masalah. Kepasrahan orang yang beriman tidak boleh dicampuradukkan dengan cara orang lain, yang karena pemahaman yang tidak sempurna tentang hal ini, mereka tetap saja tidak acuh terhadap apa pun yang terjadi di sekitar mereka dan optimis tetapi tidak realistis. Mereka tidak bisa membuat keputusan yang rasional ataupun menjalankan keputusan tersebut. Ini dikarenakan yang ada pada mereka adalah optimistis yang melenakan dan kekanak-kanakan, bukan mencari pemecahan masalah. Sebagai contoh, ketika seseorang didiagnosis menderita penyakit yang serius, keadaannya saat itu mungkin paling parah sampai pada titik fatal yang diabaikannya selama masa pengobatan. Contoh lainnya, jika seseorang tidak menyadari pentingnya mengamankan harta bendanya, walau ia pernah mengalami pencurian, besar kemungkinan akan menjadi korban lagi dari kejadian serupa itu.
Pastilah cara-cara tersebut jauh dari sikap menaruh kepercayaan kepada Allah dan dari “melihat kebaikan dalam segala hal”. Pada hakikatnya, sikap tersebut berarti ceroboh. Kebalikannya, orang yang beriman harus berusaha mengendalikan situasi sepenuhnya. Pada dasarnya, sikap yang menuntun diri mereka ini adalah suatu bentuk “penghambaan”, karena ketika mereka terlibat dalam situasi tersebut, pikiran mereka dikuasai oleh ingatan akan kenyataan bahwa Allahlah yang membuat peristiwa itu terjadi.
Di dalam Al-Qur`an, Allah menghubungkan kisah para nabi dan orang beriman sebagai contoh bagi mereka yang sadar akan hal ini. Inilah yang harus diteladani oleh seorang mukmin. Sebagai contoh, sikap yang merupakan respons Nabi Huud terhadap kaumnya menunjukkan penyerahan total dan rasa percayanya yang kokoh kepada Allah, walaupun ia mendapatkan perlakuan yang buruk.

“Kaum ‘Aad berkata, ‘Wahai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan memercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.’ Huud menjawab, ‘Sesungguhnya, aku menjadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya, aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya, Tuhanku di atas jalan yang lurus.’ Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya, Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.” (Huud: 53-57).



dipetik dari Tulisan "Harun Yahya (MELIHAT SEGALA KEBAIKAN DI SEGALA HAL)

Senin, 11 Agustus 2008

Hari Esok Untuk Islam

Ramai di kalangan muslimin menyangkakan bahwa pada akhir zaman nanti akan berlakunya al fitan dan kerusakan di muka bumi. Mereka menyangka bahwa kekufuran leluasa, kejahatan menguasai alam. Islam berada di dalam kemunduran dan penegak kebenaran dihina dan ditindas. Kegelapan yang menimpa umat Islam kini tidak akan selama-lamanya. Fajar Islam akan menyinsing tidak lama lagi. Jahiliyah pasti akan runtuh di bawah kekuatan Islam. Islam akan sekali lagi menjadi pentadbir alam ini. Maka muslimin seharusnya merasa yakin dan tidak berputus asa dengan janji Allah bahawa Islam akan muncul mentabir alam ini walaupun orang kafir coba untuk menghapuskannya. Firman Allah Taala." Mereka coba untuk memadam cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang kafir tidak menyukai" (at Taubah: 32).

Sebenarnya sikap berputus asa dan keluh kesah terhadap suasana yang menimpa umat Islam kini merupakan sikap yang sepatutnya dikikis. Umat Islam seharusnya merasa optimis dengan kejayaan yang bakal dihadapi oleh Islam pada suatu hari nanti. Apabila kita melihat sirah perjuangan Rasulullah SAW, Rasulullah sering mem-berikan kabar gembira kepada sahabat tentang kemenangan-kemenangan yang bakal diperoleh oleh muslimin. Di dalam peristiwa hijrah, semasa Rasulullah s.a.w berhijrah ke Madinah, baginda telah berjanji kepada Suraqah yang telah coba untuk membunuh Nabi dengan mengha-diahkan kalung Kisra raja Parsi kepada Suraqah. Walaupun pada masa itu Islam masih lagi diperingkat awal, namun Rasulullah mampu men-janjikan bahwa Islam akan mengalahkan kerajaan Parsi.

Begitu juga semasa di dalam peperangan al Ahzab, ketika mana Rasulullah coba meme-cahkan batu untuk menggali Parit. Rasulullah telah menyatakan kepada para sahabat bahwa Islam akan menawan kota-kota Yaman, Rom dan Parsi.

Sedangkan pada ketika ini umat Islam sedang berada di dalam kegetiran berha-dapan dengan jumlah musuh yang begitu ramai, tetapi Rasulullah SAW mampu menjanjikan kepada para sahabat tentang kemenangan yang bakal diperolehi oleh mereka. Dengan keyakinan inilah para sahabat berjuang bersungguh-sungguh untuk menyebarkan Islam di muka bumi ini dan seterusnya melaksanakan janji-janji yang telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW kepada mereka.

Kekuatan yang dimiliki oleh Muslimin.

Sesungguhnya Muslimin mem-punyai kekuatan yang tidak ada pada manusia yang lain. Penegakan Daulah Islam yang pertama di Madinah telah meninggalkan kesan yang mendalam dalam hati umat Islam. Gerakan dan cara yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah menjadi panduan kepada Muslimin hari ini untuk menegakkan Islam kembali. Perlu diyakini bahwa marhalah dakwah dan cara yang dilakukan oleh Rasulullah itu merupakan ‘Rabbani Taujih’ (panduan dari Allah) yang diberikan kepada Rasulullah sehingga Islam tertegak dengan megahnya dimuka bumi ini. Maka dengan bekalan pengalaman ini, muslimin mengatur langkah dalam menegakkan Islam kembali di muka bumi ini.

Selain daripada itu, muslimin mempunyai kekuatan yang tidak boleh dipandang lekeh oleh manusia. Kita boleh simpulkan bahawa muslimin mempunyai tiga unsur kekuatan yang mampu menggugat kekuatan musuh.

Pertama: Kekuatan kuantiti.

Islam pada hari ini mempunyai bilangan penganut yang hampir suku penduduk dunia yang tersebar di seluruh benua di dunia. Sesungguhnya jumlah yang ramai ini merupakan antara aset utama dalam menegakkan Islam. Ianya merupakan satu nikmat yang seharusnya di syukuri. Sepertimana firman Allah swt "Ingatlah, ketika kamu masih sedikit, kemudian kamu telah menjadi banyak…"(Al A'araf: 86).

Jamaluddin Al Afghani pernah berkata kepada rakyat India: "Jika sekiranya bilangan kamu yang berjuta-juta ini semuanya menjadi lalat, nicaya kamu mampu untuk menghancurkan telinga Inggris."

Kedua: Hasil Bumi.

Muslimin pada hari ini menetap di negara-negara yang amat kaya dengan hasil buminya. Negara yang yang kaya dengan minyak dan bahan galian yang lain serta tanah yang subur untuk pertanian. Semuanya ini merupakan kepunyaan muslimin.

Ketiga: Manhaj Rabbani

Inilah kekuatan yang tidak ada pada manusia yang lain. Muslimin menyeru manusia kepada satu sistem yang mampu membawa keadilan dan kebahagiaan kepada alam sejagat. Sistem ciptaan manusia yang wujud pada hari ini sebenar telah membawa kepada kerosakan dan kesengsaraan kepada manusia. Manusia yang berfikir tidak akan sekali-kali menolak sistem Allah ini.

Oleh itu jelaslah kepada kita bahawa kelemahan umat Islam ini tidak akan selama-lama. Islam sekali lagi akan mencapai kejayaan dan menjadi pentabir alam ini.

di kutip dari : BULETIN LIMIT(Buletin Dakwah) "RISTEK" edisi;I /Syiar/05.2007

Minggu, 29 Juni 2008

ter-untuk teman teman q SMANTA TAWANGSARI

Assalamu'alaikum Wr. Wb......

BuAT SobaT SMANTA TAwangsari Q tercinta.......
ini aq py info dengan tentang no HP Teman2....yang q punyai, mohon maaf klo ada yang g aktif karena banyak kendala yang kuhadapi saat mulai aq ngumpulin ni no.Hp sejak lulus SMA hingga Sekarang...aneh2 pokoknya,ada yang di bilangin klo ganti no tlng q di kasih tau tapi acuh saja...bahkan yang paling q benci sekali perkataannya (bukan orangnya lho....) sampe ada yang menyebut q orang yang; SOMBONG<> q g mau mengatakan siapa...bagi yang merasa saja...
tapi guys kita tetep sobatan 4Ever.
oya bagi yang ingin bagi no. bisa hub saya di :
HP. 085.697.195.112
emai/friendsterl: Dz_faraby@telkom.com
website : www.agungharyadi.blogspot.com


Nama

No. Hand phone

No identificasi……

Keterangan

Agus dwi raharjo

08176461187

3 ips 1

Ari nugroho

085647170876

3 ipa 1

Asih andayani

085695421361

3 ipa 1

Bagus febriyanto

085643451679

3 ipa 1

Bejo susanto

085694094505/081385503094

3 ipa 2

Muhamad arif I/betrand

085642167257

3 ipa 1

darwati

085647125171

3 ipa 1

danang

085640991553

3 ipa 3

Dwi suyanto

085647305355

Ellya Puspita sari

081381459379/085678450

3 ipa 1

endang

081357997088

Eni puji astuti

081586661048

3 ipa 1

fajar

081390347321

Smu BULU

Arief febrianto/gemak

085647382060

3 ipa 1

giyatmi

08568724657

3 ipa 1

harni

085647434487/085642281455

3 ipa 2

ika

085642273474

3 ipa 1

Ita rusiana

081329639039

3 ipa 1

Agung susanto/kempleng

081804558047

3 ipa 1

Eko wahyono

085229383883

kurniati

085647000076

marsudi

085229927074

3 ipa 3

Muhamad sadeli/momo

085642351908

3 ipa 1

neti

081548542069

3 ipa 3

nining

081802598779

nurtini

081585273421

nurwidi

085229334170

3 ipa 3

heni

08561966917

3 ipa 1

peniya

085640004590

3 ipa 1

Riza akbar

08172848350

rumsih

0856470455

saryati

085229923909

Sidik pramono

085694787765

3 ipa 1

Agung haryadi

085697195112

3 ipa 1

Siti nur rochani

085642119636

3 ipa 1

suci

085647227217

3 ipa 1

sugiyati

085647191586/081548653724

3 ipa 1

sulardi

081392136726

sutarjo

081329583768

Tri setyaningsih

085642020008

3 ipa 1

Wahyu eka

085640013601

3 ipa 1

widodo

085624551378

yasin

085647395707

3 ipa 1

yuda

085229531836

3 ipa 1

Tri hastutik

085695304451

zainal

081384612284

Agus suwardi

085647355249

Andhika/cocol

085647482305

Edi widodo

085642095196

hendri

081548533902

Wahyu pradono

085229428844

Anita sari

085647071219

surani

085647056358

3 ipa 3

Sri ngatini

085229822762

Apriyanto nugroho jadi

081329087159

mamik

085864101660

3 ipa 1

wulan

085293512729

3 ipa 1

Tri rochani

08174155394

jarini

085643800849



bagi temAN 2 YANG SUDAH ngambil ni daftar mohon hubungi saya....
lewat info di atas.....
moga kita dapat bersilahturahmi 4 ever


"kadang jalan tak selurus apa yang kita kira, akan tetapi segala terjalan dan hambatan jadikan pengalaman proses yang amat berharga "


by :Dz_faraby

wassalamu'alaikum Wr.Wb......

Minggu, 11 Mei 2008

UKM Technique Research Club (TRC)

salam sejahtera semuanya,,.......
Assalamu'alaikum Wr. Wb

salam kenal
Unit Kegiatan Mahasiswa TRC (Technique Research Club) merupakan lembaga akademis mahasiswa tingkat fakultas terutama Fakultas Teknik UNNES yang mewadahi dan mengembangkan segenap potensi diri dan keilmuan mahasiswa Fakultas Teknik UNNES. Dalam menjalankan perannya, TRC melakukan upaya perekrutan, pembinaan dan pengkaryaan mahasiswa terutama dalam bidang keilmiahan untuk bersama-sama mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Unit kegitan mahasiswa ini terdiri dari beberapa elemen mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda terutama dari mahasiswa beberapa jurusan di fakultas Teknik UNNES. Beberapa event lomba keilmiahan telah diikuti teman teman dari UKM TRC, baik tingkat Wilayah maupun nasional (PIMNAS). Saat ini kurang lebih sekitar 9 proposal telah dibiayai oleh DIKTI yang diantaranya 8 proposal penerapan teknologi dan 1 proposal kewirausahaan dan sekarang ini dalam tahap pelaksanaan program, dari beberapa proposal ini diharapkan dapat mampu lolos untuk ke PIMNAS 2008
.
pada awal lahirnya ukm ini sekitar 3 tahun yang lalu hanya berasal dari beberapa mahasiswa yang menyukai dunia tulis menulis keilmiahan, mungkin Ukm ini baru seperti balita yang mencoba untuk lebih mengetahui hal hal yang lebih. sudah tiga kali kepengursan UKM TRC ini berjalan, dimulai dengan saudara Ikta Wahyu Widodo(PTE) ukm ini digagas, terus ditruskan oleh colil (TM) 2007-2008, dan saat ini diketuai oleh saudara agung haryadi (T.Mesin) yang melanjutkan perjuangan mereka periode 2008-2009.

Bagi temen temen yang mau gabung dengan kita kita atau sekedar mau tau tentang TRC dapat menghubungi alamat berikut :

SEKRETARIAT: KAMPUS UNNES GD. E2 LT. 1, SEKARAN GUNUNG PATI. SEMARAMG 50229

CP.0856.9719.5112 (ketua). EMAIL :TRC_FT@YAHOO.COM


Technique Research Club
Yes We Can!!!!!! Imposible Is Nothing?!@##



Wassalamua'laikum Wr. Wb